Ketika memasuki perguruan tinggi, Anda perlu familier terhadap berbagai jenis tulisan ilmiah, termasuk skripsi, tesis, dan disertasi. Hanya saja, banyak orang masih belum paham tentang perbedaan skripsi, tesis, dan disertasi, padahal eksistensinya sangat penting.
Ketiga jenis tulisan ilmiah tersebut bisa menentukan apakah seorang mahasiswa bisa lulus kuliah. Karena itu, pastikan Anda mengetahui apa saja perbedaan skripsi, tesis, dan disertasi di dunia perkuliahan dengan menyimak penjelasan di bawah!

Perbedaan Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Meskipun sama-sama merupakan syarat lulus kuliah, namun tetap ada beberapa perbedaan skripsi, tesis, dan disertasi yang wajib diketahui oleh mahasiswa. Secara garis besar, skripsi merupakan syarat lulus untuk S1, tesis untuk S2, dan disertasi untuk S3.
Berikut adalah penjelasan lengkap tentang semua perbedaannya agar Anda bisa lebih memahaminya!
1. Skripsi
Seperti pada penjelasan di atas, skripsi adalah tulisan ilmiah yang menjadi syarat lulus untuk program studi sarjana atau S1. Pada umumnya, mahasiswa S1 akan mulai menyusun skripsi di tahun ke-4 antara semester 7 atau 8, meski ada beberapa pengecualian.
Jika syarat SKS sudah terpenuhi, biasanya 144 SKS, maka mahasiswa tersebut bisa mengerjakan skripsi terlebih dulu. Namun jika belum terpenuhi, mahasiswa tersebut biasanya harus memperpanjang masa studi untuk tahun kelima, tahun keenam, hingga tahun ketujuh.
Namun, perbedaan skripsi dan tesis maupun disertasi bukan hanya tentang jenjang pendidikan. Pasalnya, kedalaman isi tulisannya pun akan berbeda. Pada umumnya, penelitian dalam skripsi hanya bersifat dasar atau mengembangkan teori yang sudah ada.
Anda tidak perlu mencari penemuan baru yang sifatnya dalam, hanya perlu meneliti dengan menerapkan teori-teori yang sudah tersedia di bidang akademisi. Hal ini karena tujuan skripsi hanya untuk latihan menulis dan menerapkan materi-materi selama kuliah.
Tugas mahasiswa hanya melakukan analisis sederhana, biasanya terbatas pada lingkup bidang studi yang Anda pelajari saja. Pada umumnya terdiri dari 5 bab, berisi pendahuluan, landasan teori, metode penelitian, pembahasan hasil penelitian, dan kesimpulan.
2. Tesis
Jika skripsi untuk mahasiswa di program sarjana, maka tesis adalah tulisan ilmiah yang menjadi syarat lulus untuk program studi magister atau S2. Artinya, cakupan penelitiannya lebih detail dan mendalam daripada yang Anda lakukan saat menulis skripsi.
Pada saat menyusun skripsi, Anda hanya perlu menganalisis sesuatu hal dengan teori yang sudah ada. Namun ketika menyusun tesis, Anda dituntut untuk mengembangkan teori yang lebih inovatif dengan hasil riset yang teruji di bidang studi yang Anda tekuni.
Proses analisisnya harus lebih kritis dengan argumen yang lebih kuat daripada skripsi karena Anda harus bisa memecahkan masalahnya. Jadi tidak hanya menjawab hipotesis seperti yang Anda lakukan saat menyusun skripsi di jenjang pendidikan sarjana.
Pada umumnya, Anda tidak hanya akan meneliti di satu bidang saja, namun dengan pendekatan inter atau multidisipliner. Sebagai contoh, Anda menyatukan teori di bidang studi linguistik dan sosiologi, jadi menghasilkan penelitian di bidang studi sosiolinguistik.
3. Disertasi
Secara garis besar, perbedaan tesis dan disertasi itu cukup jelas. Hal ini karena tesis merupakan tulisan ilmiah untuk calon lulusan program magister, sedangkan disertasi adalah tulisan ilmiah yang menjadi syarat lulus untuk program studi doktoral atau S3.
Karena itu, tingkat kesulitan disertasi jelas lebih sulit daripada kedua tulisan ilmiah yang lain. Anda tidak hanya dituntut untuk menggunakan teori yang sudah ada saja, namun untuk menemukan hal baru di bidang studi yang Anda tekuni selama kuliah S3.
Tulisan disertasi juga harus punya manfaat yang signifikan untuk dunia akademik, bahkan untuk masyarakat dan negara. Hasilnya tidak hanya harus inovatif, tapi juga harus kreatif dan original. Artinya, belum ada orang lain yang meneliti hal tersebut.
Proses analisis dalam menyusun disertasi pun harus lebih mendalam daripada skripsi maupun tesis. Pada umumnya, Anda juga harus menggunakan metodologi penelitian yang baru dengan proses validasi yang sangat ketat.
Penutup
Itulah penjelasan tentang perbedaan skripsi, tesis, dan disertasi yang wajib diketahui oleh mahasiswa. Skripsi adalah syarat lulus untuk S1, tesis untuk S2, dan disertasi untuk S3. Ketiganya sama-sama penting di bidang akademik untuk setiap tingkatan studi.

Berbagi wawasan seputar bisnis, gaya hidup, dan inspirasi.



