Cara Menulis Kutipan Langsung dan Tidak Langsung Sesuai Kaidah Akademik

Ketika menulis tulisan ilmiah, Anda tidak boleh mengarang bebas. Harus ada rujukan dan kutipan dari beberapa sumber lain untuk menguatkan argumen Anda. Karena itu, pastikan Anda belajar cara menulis kutipan yang benar sesuai dengan kaidah akademik.

Anda pun tidak perlu khawatir karena pembahasan tentang cara menulis kutipan langsung dan tidak langsung ada di sini dengan lengkap. Jadi bisa langsung Anda pelajari dan pahami dengan baik sebelum mulai Anda terapkan dalam berbagai jenis tulisan ilmiah.

Perbedaan Kutipan Langsung dan Tidak Langsung

Sebelum membahas lebih jauh tentang cara mengutip, Anda harus tahu dulu ada perbedaan antara kutipan langsung dan tidak langsung. Hal ini penting karena Anda bisa menggunakan keduanya di dalam tulisan ilmiah.

Singkatnya, kutipan langsung memiliki tulisan yang sama persis dengan tulisan asli, sementara kutipan tidak langsung bisa dicampur dengan bahasa sendiri tanpa menghilangkan ide utama. Hanya gunakan tanda petik untuk kutipan langsung saja. 

Cara Menulis Kutipan

Secara garis besar, kutipan adalah ide atau karya milik orang lain yang ditulis di tulisan ilmiah Anda. Anda tidak bisa mengambil ide dan/atau karya tersebut begitu saja, namun harus memberikan kredit pada penulis atau penggagasnya melalui kutipan.

Caranya bisa dengan mengutip ide dan/atau karya tersebut secara langsung atau tidak langsung. Menariknya, ada beberapa cara menulis kutipan langsung maupun tidak langsung sesuai dengan kaidah akademik, yaitu sebagai berikut!

1. Langsung Menyatu dalam Kalimat

Cara yang paling umum untuk mengutip kalimat, ide, atau karya adalah dengan menyatukan kutipan tersebut ke dalam kalimat. Contohnya dengan menggunakan kata “menurut Karl Marx, kapitalisme adalah blablabla” atau pernyataan lainnya yang sejenis.

Jadi, Anda tinggal memindahkan definisi kapitalisme yang tertulis di buku Das Kapital karya Karl Marx ke dalam tulisan ilmiah Anda. Lalu, pada akhir kalimat, tinggal beri penjelasan dari mana sumber kutipan, biasanya berbentuk nama penulis dan tahun terbit.

Nama penulis dan tahun terbit tersebut harus Anda tulis di dalam kurung. Sebagai contoh, jika Anda mengutip definisi kapitalisme dari buku Das Kapital karya Karl Marx yang terbit di tahun 1867, maka di akhir kalimat harus ada tulisan (Marx, 1867).

Nama yang harus dituliskan adalah nama akhir penulis. Lalu, pisahkan nama dan tahun terbit buku dengan tanda koma. Tapi dalam beberapa kasus tertentu, Anda perlu menulis namanya di luar kurung dan tahunnya di dalam kurung. Ada juga yang menyertakan halaman.

Contohnya adalah Marx (1867), menyatakan bahwa kapitalisme adalah blablabla. Jika ingin menyertakan halaman, tinggal tuliskan halamannya setelah tahun terbit, lalu pisahkan dengan tanda titik dua. Sebagai contoh, Anda bisa menulis Marx (1867:2).

2. Lebih dari Satu Penulis dan Lebih dari Satu Sumber

Pada beberapa kasus, ada lebih dari satu penulis yang membuat penelitian tersebut. Hal ini sangat umum di dalam jurnal. Karena itu, Anda perlu tahu bagaimana cara menulis kutipan dari jurnal dengan dua penulis atau lebih agar tidak salah atau keliru.

Secara garis besar, caranya sama seperti di atas, Anda bisa menyatukannya ke dalam kalimat. Hanya saja, namanya lebih dari satu. Contohnya (Zhang & Lee, 2010) jika penulisnya dua orang dan (Zhang dkk, 2010) jika jumlah penulisnya lebih dari tiga orang.

Sementara jika jumlah sumbernya ada lebih dari satu, Anda bisa menuliskan semuanya di dalam kurung yang sama. Tinggal pisahkan dengan tanda titik koma. Contohnya (Zhang, 2010; Lee, 2014).

3. Kutipan Panjang

Khusus untuk kutipan langsung panjang, Anda bisa membuat paragraf baru untuk menuliskannya. Jadi, kutipannya tidak menyatu dengan kalimat. Pada umumnya aturan ini berlaku untuk kutipan yang jumlah katanya lebih dari 40 kata.

Aturannya adalah satu spasi (single spacing). Jadi meskipun tulisan lain memiliki 2 spasi, khusus untuk kutipan Anda harus mengaturnya jadi satu spasi. Paragraf harus menjorok ke dalam seperti paragraf lainnya. Jadi hanya spasinya saja yang berbeda.

Penutup

Itulah cara menulis kutipan yang benar sesuai dengan kaidah akademik, entah itu untuk kutipan langsung maupun tidak langsung. Keduanya sama-sama valid untuk tulisan ilmiah, sehingga Anda bebas menggunakan keduanya selama menulis.