Ketika membaca tulisan ilmiah atau hasil penelitian, Anda pasti sering mendengar kata “hipotesis”. Sayangnya, hingga kini masih banyak pelajar dan mahasiswa yang belum begitu paham pengertian hipotesis penelitian dan fungsinya di dalam tulisan ilmiah.
Untungnya, semua penjelasan lengkap tentang apa itu hipotesis dan contohnya akan dibahas secara lengkap di sini. Bukan hanya pengertiannya saja, Anda juga bisa mempelajari tujuan pembuatan hipotesis dalam tulisan ilmiah dan jenis-jenisnya yang paling umum.

Pengertian Hipotesis Penelitian dan Fungsinya
Singkatnya, hipotesis adalah dugaan awal penulis terhadap suatu hal atau peristiwa sebelum penelitian berlangsung. Dugaan awal ini biasanya akan Anda peroleh dari anggapan dasar yang sangat umum di masyarakat, landasan teori, atau tinjauan pustaka.
Tujuannya adalah sebagai titik awal, mengingat Anda perlu membuktikan apakah hipotesis tersebut benar atau salah melalui penelitian. Sifatnya memang belum terbukti atau kebenarannya masih lemah. Jadi perlu Anda uji secara empiris melalui penelitian.
Salah satu contoh hipotesis penelitian adalah “marketing dengan cara membuat konten di media sosial bisa meningkatkan penjualan”. Anda perlu membuktikan secara empiris melalui penelitian untuk mendapat jawaban apakah hipotesisnya benar atau salah.
Jenis-Jenis Hipotesis
Setelah mengenal pengertian hipotesis penelitian, kini saatnya untuk membahas apa saja jenis-jenisnya. Hal ini karena ada cukup banyak jenis hipotesis yang umum digunakan dalam penelitian, seperti pada penjelasan berikut!
1. Hipotesis Nol
Pastinya, ada banyak dari Anda yang penasaran tentang apa itu H0 dan H1 dalam penelitian. Ternyata, H0 adalah singkatan dari hipotesis nol, sementara H1 merupakan hipotesis kerja atau hipotesis alternatif. Keduanya sangat umum dalam tulisan ilmiah.
Pertama ada H0, yang akan Anda kenal juga dengan nama hipotesis statistik karena membutuhkan banyak perhitungan terkait statistik. Karena itu, jika Anda ingin menyusun hipotesis kuantitatif, maka bisa gunakan hipotesis ini mengingat sifatnya yang lebih relevan.
Pada hipotesis ini, Anda harus menegaskan bahwa a tidak ada hubungan antara variabel X dengan variabel Y. Contohnya adalah “tidak ada hubungan antara engagement konten di media sosial dengan peningkatan penjualan produk di toko offline”.
2. Hipotesis Kerja
Jenis hipotesis lain yang tidak kalah umum di dunia akademik adalah hipotesis kerja atau H1. Anda juga akan mengenalnya sebagai hipotesis alternatif. Sebaliknya, hipotesis ini digunakan untuk menekankan adanya hubungan antara variabel X dan variabel Y.
Contohnya adalah “ada hubungan antara pembuatan konten marketing di media sosial dengan peningkatan penjualan produk”. Tugas Anda tinggal melakukan penelitian untuk membuktikan apakah benar pembuatan konten bisa membuat sales meningkat.
Bentuk Hipotesis
Selain pengertian hipotesis penelitian dan jenis-jenisnya, Anda juga harus tahu apa saja bentuk hipotesis yang paling umum, yaitu sebagai berikut!
1. Komparatif
Bentuk hipotesis ini cukup umum dalam penelitian, yaitu pernyataan yang menunjukkan dugaan nilai pada sampel yang berbeda. Variabelnya sama, tapi jumlah sampel atau populasinya harus lebih dari satu karena hasilnya akan Anda bandingkan.
Contohnya Anda akan membandingkan hasil penelitian tentang pembuatan konten untuk meningkatkan sales di perusahaan besar dan UMKM. Anda bisa melihat apakah peran pembuatan konten tersebut akan sama atau berbeda untuk kedua sampel tersebut.
2. Asosiatif
Selain komparatif, ada juga hipotesis yang bersifat asosiatif atau meneliti tentang hubungan antara dua jenis variabel yang berbeda. Hipotesis ini lebih sederhana karena hanya menggunakan dua variabel untuk satu sampel atau populasi saja tanpa ada pembanding.
Jadi, tinggal buat apakah ada hubungan antara pembuatan konten di media sosial dan peningkatan penjualan di populasi tertentu. Anda bisa memilih apakah akan melakukan penelitian di populasi UMKM, brand yang baru muncul, atau perusahaan besar.
3. Deskriptif
Secara garis besar, hipotesis ini mirip dengan asosiatif karena meneliti hubungan antara dua variabel di satu populasi atau sampel. Hanya saja, sifatnya lebih implisit daripada asosiatif yang eksplisit.
Penutup
Itulah pengertian hipotesis penelitian, fungsi, dan contohnya di dalam tulisan ilmiah. Tujuan pembuatan hipotesis adalah untuk menegaskan dugaan sementara, yang nantinya akan dibuktikan kebenarannya melalui penelitian, bisa jadi hasilnya benar atau salah.

Berbagi wawasan seputar bisnis, gaya hidup, dan inspirasi.



