Daftar Pustaka APA Style dan Perbedaannya dengan MLA

Dalam dunia penulisan akademik, terdapat dua gaya sitasi yang paling umum yaitu daftar pustaka APA style dan MLA style. Bagi seorang peneliti, sangat penting untuk memahami perbedaan di antara keduanya gaya sitasi tersebut.

Pasalnya, dengan memahami perbedaan di antara keduanya, peneliti dapat menerapkan salah satunya ke dalam penulisan karya ilmiah.  Pemahaman yang mendalam mengenai jenis sitasi dapat membantu peneliti untuk memilih gaya sitasi paling tepat. Dengan begitu penelitian karya ilmiahnya akan semakin sistematis.

Penjelasan APA Style dalam Penulisan Sitasi

APA Style merupakan sistem sitasi penulisan karya ilmiah yang dikembangkan oleh American Psychological Association. Gaya penulisan karya ilmiah ini sangatlah populer di Indonesia. Tidak heran apabila gaya sitasi ini banyak digunakan dalam berbagai karya ilmiah.

Contohnya seperti karya ilmiah di bidang ilmu sosial, psikologi, pendidikan, keperawatan, hingga bisnis dan teknik. Adapun tujuan utama dari penulisan daftar pustaka menggunakan APA style adalah untuk pemahaman dan komunikasi.  

Dapat diartikan bahwa penggunaan APA Style dapat menunjukkan kredibilitas peneliti melalui referensi yang akurat. Dalam hal ini, seorang peneliti dapat dinilai dari pemahaman dan komunikasi dalam bidang ilmu sosial dan perilakunya dalam penelitiannya.

Tips Membedakan Daftar Pustaka APA Style dan MLA

Terdapat cara paling mudah untuk bisa membedakan gaya sitasi APA (American Psychological Association) dan  MLA (Modern Language Association). Perbedaan antara keduanya dapat dilihat dari aspek fundamental dan teknis

Secara fundamental, sitasi APA digunakan pada bidang ilmu sosial, psikologi, pendidikan, komunikasi, dan sains. Sitasi gaya MLA biasa digunakan dalam semua disiplin ilmu humaniora di perguruan tinggi. Sedangkan secara teknis ada beberapa perbedaan sitasi APA dan MLA seperti berikut.

1. Tujuan dan Fokus

Pada penulisan gaya situas APA lebih menekankan pada tanggal publikasi untuk menunjukkan aktualitas. Sedangkan gaya sitasi MLA lebih fokus pada penulis dan teks karya itu sendiri. Pasalnya, dalam ilmu humaniora, sebuah karya klasik dari zaman dulu sama relevannya dengan karya kontemporer.

2.  Format Sitasi dalam Teks

Perbedaan ini sangat terlihat. Dalam sitasi teks, APA menggunakan format (Nama Belakang, Tahun) atau (Nama Belakang, Tahun, halaman) untuk kutipan langsung. Berbeda dengan APA style, MLA menggunakan format (Nama Belakang halaman) tanpa tahun .

3. Format Judul Karya

Dalam APA, judul artikel ditulis dengan huruf kecil di mana hanya kata pertama dan kata benda properti yang kapital, sementara MLA menulis judul dengan huruf kapital di setiap kata penting (Title Case) .

Tips Mudah Menulis Daftar Pustaka APA Style

Untuk menulis daftar pustaka menggunakan gaya sitasi APA, setiap penulis perlu memerhatikan aturan dasar dan contoh daftar pustaka APA style berikut ini

1. Apabila sumber berasal dari buku: Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul Buku. Penerbit.

Contoh: Siregar, A. (2020). Metodologi penelitian sosial. Prenada Media.

2. Untuk menulis daftar pustaka APA style jurnal: Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), Halaman. DOI atau URL.

Contoh: Putri, D. (2021). Analisis literasi digital mahasiswa. Jurnal Pendidikan, 5(2), 123–135.  https://doi.org/xxxxx

Perlu peneliti perhatikan pula dalam penulisan gaya sitasi APA yaitu wajib menggunakan huruf miring/italic untuk judul buku dan nama jurnal. Selain itu, daftar pustaka harus diurutkan secara alfabetis, menggunakan hanging indent, dan diberi spasi ganda .

Simpulan

Pemilihan daftar pustaka APA style atau MLA sangat bergantung pada disiplin ilmu atau jenis penelitian yang tengah dijalani. Pastikan peneliti menggunakan panduan dari institusi atau jurnal tujuan. Dengan  begitu peneliti dapat menghasilkan karya ilmiah yang profesional sesuai standar akademik.